Republikbersuara.com, Batam – Suasana internal Polsek Sekupang dikabarkan memanas pasca beredarnya informasi kepada wartawan terkait meninggalnya seorang tahanan bernama Budi Widodo (40). Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, disebut meluapkan emosi dan kemarahannya kepada jajaran anggota setelah mengetahui adanya kebocoran informasi tersebut ke media.
Puncak kemarahan Kapolsek terjadi setelah Budi Widodo, yang merupakan tahanan kasus dugaan penggelapan, ditemukan meninggal dunia di sel tahanan pada Jumat malam, 12 Desember 2025. Informasi mengenai kematian tahanan tersebut dengan cepat menyebar ke kalangan wartawan lokal, hingga memicu sorotan publik terhadap kinerja dan pengawasan di Polsek Sekupang.
Menurut keterangan resmi pihak kepolisian, Budi Widodo meninggal dunia bukan akibat tindak kekerasan, melainkan karena faktor kesehatan. Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, menjelaskan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit bawaan. “Korban mengalami sesak napas dan diketahui menderita hernia atau turun berok di bagian bawah kelamin. Kondisi kesehatan tersebut diduga menjadi penyebab meninggalnya yang bersangkutan,” ujar Ipda Riyanto kepada awak media.
Namun demikian, beredarnya keterangan tersebut ke wartawan tanpa seizin pimpinan disebut menjadi pemicu utama amarah Kompol Hippal Tua Sirait. Sejumlah sumber internal menyebutkan, Kapolsek menilai ada anggota yang tidak disiplin dan melanggar prosedur komunikasi institusi, sehingga informasi sensitif keluar sebelum adanya arahan resmi.
“Kami kena amuk karena bocor ke wartawan soal tewasnya Budi Widodo,” ucap singkat salah seorang anggota Polsek Sekupang kepada Republikbersuara.com, Kamis (18/12/2025) siang. Sumber tersebut menggambarkan suasana saat itu sangat tegang, di mana para anggota hanya bisa diam dan menerima kemarahan pimpinan.
Arogansi dan ledakan emosi Kapolsek tersebut disebut membuat sebagian anggota merasa tertekan. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kompol Hippal Tua Sirait terkait insiden kemarahan tersebut maupun langkah internal yang akan diambil terhadap anggota yang diduga membocorkan informasi.
Di sisi lain, pihak keluarga almarhum Budi Widodo menyatakan menerima penjelasan kepolisian terkait penyebab kematian. Keluarga meyakini tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Sikap tersebut kemudian dituangkan dalam pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.
Meski telah ada penjelasan mengenai penyebab kematian, kasus meninggalnya tahanan di dalam sel tetap menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap kepolisian tetap membuka ruang transparansi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan tahanan, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, Republikbersuara.com masih berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait maupun pihak Polresta Barelang terkait sikap dan tindak lanjut institusi atas peristiwa tersebut.
(jim)



Komentar