Republikbersuara.com, Batam – Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kerja di kawasan industri PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, bertambah menjadi 13 orang. Dua korban terbaru, yakni Edison Napitupulu dan Imam, meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (15/10/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, yang sebelumnya telah menewaskan 11 pekerja dan menyebabkan 18 orang luka-luka.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin saat dikonfirmasi Senin (20/10/2025) siang membenarkan adanya dua tambahan korban meninggal. Menurutnya, kedua korban mengalami luka bakar hingga 90 persen sehingga tidak dapat bertahan meskipun telah mendapatkan perawatan medis.
“Jumlah korban kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard kini menjadi 13 orang, setelah Edison dan Imam meninggal dunia,” ujar Zaenal Arifin kepada Republikbersuara.com
Ia menambahkan, sejumlah korban lain yang masih kritis kini tengah dirawat intensif di rumah sakit di bawah pengawasan dokter dan perawat, serta dipantau langsung oleh tim penyidik gabungan Ditreskrimum Polda Kepri dan Satreskrim Polresta Barelang.
“Tim Mabes Polri masih melakukan pengambilan sampel barang bukti di lokasi kejadian. Sementara itu, korban yang masih kritis terus mendapat pengawasan medis dan penyidik gabungan masih bekerja di lapangan,” imbuhnya.
(jim)



Komentar