Republikbersuara.com, Batam – Wacana pergantian jabatan Kasat Reskrim Polresta Barelang kembali menguat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan wartawan kriminal di Kota Batam. Nama Kompol M. Debby Andrestian yang saat ini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Barelang disebut-sebut tengah berada dalam radar rotasi jabatan internal Polda Kepri, yang kabarnya akan segera digulirkan dalam waktu dekat.
Kompol M. Debby Andrestian sendiri dilantik sebagai Kasat Reskrim Polresta Barelang berdasarkan Telegram Kapolda dengan Nomor STR/353/IX/Kep./2024, menggantikan AKP Giadi Nugraha. Sebelum menduduki jabatan tersebut, Debby merupakan Kasat Reskrim Polres Karimun. Ia pindah ke Barelang berdasarkan Surat Telegram Kapolda Kepri tertanggal 30 September 2024. Selama menjabat di Barelang, Debby menangani sejumlah kasus namun sejumlah perkara mangkrak dan sorotan publik dikabarkan masih menumpuk di meja Reskrim serta mendapatkan “rapor merah” dengan 3 perkara besar
Kini, isu rotasi jabatan itu melahirkan tiga nama kandidat kuat yang disebut-sebut masuk bursa calon Kasat Reskrim Polresta Barelang. Tiga nama tersebut ramai dibahas di grup-grup wartawan yang biasa meliput ranah penegakan hukum di Batam. Ketiganya dinilai memiliki rekam jejak yang berbeda-beda dan masing-masing membawa dinamika tersendiri jika nantinya dipercaya menduduki kursi “Barelang 7”, posisi strategis yang dikenal sebagai kursi panas karena beratnya beban penanganan kasus di kota industri ini.
1. Kompol Denny Lagie – Kasat Narkoba Polresta Barelang
Nama pertama yang menguat adalah Kompol Denny Lagie, yang saat ini menjabat sebagai Kasat Narkoba Polresta Barelang. Denny dikenal sebagai perwira satu angkatan dengan Kompol Debby Andrestian. Pengalamannya di bidang pemberantasan narkotika dinilai cukup kompetitif, terutama karena Polresta Barelang merupakan wilayah rawan peredaran gelap narkotika internasional. Denny disebut memiliki hubungan kerja yang cukup baik dengan berbagai unsur penegak hukum sehingga keberadaannya dianggap mampu memperkuat koordinasi lintas sektor bila dipromosikan ke posisi Kasat Reskrim.
2. Kompol Dr. Arsyad Riyandi, S.I.P., M.H – Kapolsek Nongsa
Kandidat kedua adalah Kompol Dr. Arsyad Riyandi, perwira dengan latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman memimpin di wilayah Nongsa, salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan yang cukup kompleks mulai dari kasus migran ilegal hingga kriminalitas di kawasan wisata. Arsyad dikenal tegas namun komunikatif, serta memiliki pendekatan humanis dalam penanganan perkara. Ia dianggap memiliki kemampuan manajerial yang cukup untuk memimpin Satreskrim Polresta Barelang yang menangani ratusan perkara setiap tahunnya dan meraih banyak prestasi di Wilayah Hukum Polres Karimun sewaktu menjabat Kasat Reskim
3. Kompol Amru Abdullah – Kapolsek Batu Ampar
Nama ketiga adalah Kompol Amru Abdullah, Kapolsek Batu Ampar. Amru belakangan menjadi sorotan publik setelah mendapat kritik dan hujatan dari Ketua Jaringan Safe Migran Batam, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal) terkait konferensi pers penanganan kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini (25), seorang wanita asal Lampung yang bekerja sebagai Ladies Companion (LC).
Kursi Panas Barelang 7: Siapa yang Layak?
Posisi Kasat Reskrim Polresta Barelang dikenal sebagai salah satu jabatan paling strategis sekaligus paling menantang di jajaran kepolisian Kota Batam. Volume kasus tinggi, mulai dari penganiayaan, pembunuhan, TPPO, pengeroyokan, hingga kasus-kasus ekonomi dan korupsi skala kota, membuat jabatan ini selalu menjadi sorotan publik.
Dengan munculnya tiga nama kandidat kuat ini, para wartawan kriminal di Batam mulai mengamati dinamika internal Polda Kepri. Siapa pun yang nantinya dipilih mengisi jabatan Kasat Reskrim diharapkan mampu memberikan angin segar dengan mengungkap berbagai kasus mangkrak yang selama ini disebut belum tersentuh optimal pada masa jabatan Kompol M. Debby Andrestian.
(Tim Redaksi)



Komentar