Republikbersuara.com, Batam – Suasana tenang di kawasan pesisir Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, Batam, mendadak mencekam setelah warga menemukan sesosok mayat wanita yang tersangkut di jaring keramba ikan atau kelong, Rabu (10/9/2025) sore. Penemuan ini sontak membuat geger masyarakat sekitar, yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan proses evakuasi oleh aparat kepolisian
Peristiwa itu bermula ketika seorang warga yang hendak memancing di sekitar kelong curiga melihat benda besar berwarna gelap tersangkut di jaring. Saat didekati, ternyata sosok tubuh manusia dalam kondisi telungkup, mengenakan pakaian seadanya, dan sudah tak bernyawa. Panik dengan temuan tersebut, warga itu segera memanggil pemilik kelong lalu melapor kepada ketua RT, yang kemudian meneruskan informasi ke aparat kepolisian.
Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, yang memimpin langsung olah tempat kejadian perkara, menjelaskan bahwa identitas korban berhasil terungkap setelah tim melakukan pemeriksaan sidik jari. “Korban bernama Siti Patimah (19), seorang perempuan asal Langkat, Medan,” ujar Alex kepada Republikbersuara.com, Kamis (11/9/2025) pagi.
Dari hasil pemeriksaan awal, tubuh korban sudah menunjukkan tanda-tanda membengkak akibat terendam air laut selama beberapa waktu. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian. “Kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Apakah korban meninggal akibat tenggelam atau ada unsur lain, itu masih dalam proses penyelidikan,” tambahnya.
Sementara itu, warga sekitar mengaku tidak mengenal korban secara langsung. Beberapa menyebut sempat melihat perempuan dengan ciri-ciri mirip korban berjalan di sekitar kawasan pesisir dua hari sebelum penemuan, namun tidak ada yang mengetahui pasti tujuannya. “Kami kaget sekali, soalnya jarang ada orang luar ke sini. Tahu-tahu ada mayat tersangkut di kelong,” ungkap Hendra, salah seorang warga RT 02 RW 010.
Kabar penemuan mayat ini cepat menyebar, membuat lokasi kejadian dipadati warga yang penasaran. Aparat kepolisian bersama perangkat RT dan RW harus bekerja keras menjaga lokasi agar proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan. Korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju daratan, lalu dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
(jim)










Komentar