Republikbersuara.com, Jakarta – Kabar pemeriksaan sejumlah perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengguncang internal Korps Bhayangkara. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri dikabarkan mengamankan sejumlah jenderal, termasuk seorang perwira tinggi berpangkat bintang empat berinisial L.
Informasi tersebut diberitakan Suara.com, Selasa (3/11/2026). Berdasarkan keterangan sumber yang dikutip media tersebut, selain jenderal bintang empat, beberapa perwira tinggi berpangkat bintang tiga juga disebut turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal.
Namun, sumber tersebut menyebut jenderal bintang empat berinisial L sudah dilepaskan setelah menjalani pemeriksaan.
“Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisial L, dan beberapa jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas,” demikian keterangan sumber kepada Suara.com.
Pemeriksaan itu disebut berkaitan dengan sejumlah persoalan sensitif yang perlu diverifikasi, termasuk menyangkut aspek keamanan. Meski demikian, sumber tersebut belum mengungkap secara terperinci persoalan yang menjadi materi pemeriksaan.
Hingga berita ini disusun, identitas lengkap para perwira tinggi yang disebut diamankan maupun substansi perkara yang diperiksa belum dijelaskan secara terbuka.
Ujian Konsolidasi di Era Kapolri Suyudi
Kabar tersebut mencuat sekitar satu bulan setelah Jenderal Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Sejak awal menjabat, Suyudi telah menyampaikan komitmennya untuk melakukan konsolidasi internal dan mengevaluasi berbagai program organisasi Polri.
Ia juga menegaskan pentingnya pembenahan terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki, sekaligus mendorong penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut menekankan program kerja “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai upaya mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan perhatian terhadap persoalan narkotika, penyelundupan, perjudian daring, serta berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Mencuatnya kabar pemeriksaan sejumlah jenderal ini tentu menjadi perhatian publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengawasan internal Polri.
(Isa Mulyadi)









Komentar