Republikbersuara.com, Batam — 29 adegan dalam rekonstruksi kasus dugaan jaringan peredaran ekstasi di Planet Series Batam mulai membuka satu per satu mata rantai jaringan tersebut. Nama Basri Lewaimang alias “Bapa Tua” mencuat sebagai salah satu sosok yang disebut memiliki peran penting—mulai dari penyediaan ekstasi, koordinasi jaringan, hingga mekanisme pembayaran yang diduga berkaitan dengan pasokan dari Malaysia.
Peran Basri dikuliti dalam rekonstruksi yang digelar Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri di Kota Batam, Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 14 tersangka dengan 29 adegan diperagakan untuk menggambarkan rangkaian dugaan tindak pidana tersebut. Penyidik mencoba mencocokkan setiap adegan dengan hasil penyidikan, termasuk hubungan antarpihak, jalur pengadaan, penyimpanan, distribusi hingga pembayaran.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Kevin Leleury, mengatakan Basri disebut bukan sekadar terlibat dalam peredaran ekstasi.
Penyidik menyebut Basri memiliki peran sebagai penyedia sekaligus koordinator dalam jaringan peredaran ekstasi yang dikaitkan dengan Planet Series Batam.
Basri ditangkap pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.
Jejak Malaysia Muncul dalam Rangkaian Rekonstruksi
Dari rangkaian adegan yang diperagakan, Basri disebut memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan pengadaan ekstasi dari Malaysia.
Setelah tempat hiburan kembali beroperasi pada Januari 2023, Basri disebut kembali berkomunikasi dengan Yuwanky, yang dalam perkara tersebut disebut sebagai pemilik sekaligus direktur Planet Series Batam.
Penyidik menyebut Yuwanky diduga meminta agar pengadaan ekstasi dari Malaysia kembali dilakukan.
Basri kemudian disebut menjalankan perannya dalam penyediaan ekstasi tersebut.
Gudang hingga Distribusi
Rangkaian rekonstruksi juga mengungkap keberadaan sebuah gudang yang disebut digunakan untuk menyimpan stok ekstasi.
Edi Prawoto alias Alun disebut pernah diminta menjaga gudang tersebut.
Pada awal Februari 2023, Basri bersama Deky disebut menyerahkan kunci gudang kepada Edi dan memintanya mengambil stok ekstasi.
Edi sempat menolak. Namun setelah dibujuk, ia akhirnya disebut bersedia membantu menjaga gudang untuk sementara waktu.
Adegan tersebut memperlihatkan dugaan pembagian peran dalam jaringan, dengan Basri disebut berada pada bagian pengadaan dan koordinasi, sementara pihak lain menangani penyimpanan maupun distribusi.
Koper Uang dan Hotel Planet Holiday
Jejak Basri juga disebut muncul dalam mekanisme pembayaran ekstasi yang diduga didatangkan dari Malaysia.
Setiap Senin pada minggu kedua dan keempat sekitar pukul 09.00 WIB, Basri disebut menghubungi Yuwanky untuk menyampaikan bahwa pembayaran atas ekstasi yang telah dibeli telah waktunya dilakukan.
Basri kemudian disebut memberikan nomor telepon pihak di Malaysia yang akan mengambil uang, berikut token atau tanda pengenal kepada Yuwanky.
Yuwanky selanjutnya disebut menghubungi Herianto alias Herman alias Apo untuk menyiapkan uang pembayaran.
Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam koper dan ditempatkan di kamar Hotel Planet Holiday Batam.
Rangkaian inilah yang kini menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengurai dugaan aliran barang dan uang dalam jaringan tersebut.
Bareskrim Masih Memburu Mata Rantai Lain
Kombes Pol Kevin Leleury mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas peran masing-masing tersangka sekaligus mencocokkan rangkaian kejadian dengan hasil penyidikan.
“Dari rangkaian rekonstruksi ini kami ingin menggambarkan secara utuh bagaimana masing-masing tersangka menjalankan perannya. Penyidik masih terus mendalami seluruh aliran barang maupun aliran uang dalam jaringan ini,” tegas Kevin.
Polisi masih mengembangkan perkara tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Aliran ekstasi, jalur pengadaan dari Malaysia, distribusi di Batam hingga aliran uang masih menjadi bagian yang didalami penyidik.
“Rekonstruksi ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap perbuatan dan peran para tersangka tergambar secara jelas. Kami akan terus mengembangkan perkara ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat,” pungkas Kevin.
(jim)
































Komentar