RepublikBersuara.com, Batam – Tragedi berdarah yang menewaskan Lusi (52), perempuan yang disebut merupakan adik ipar Yohanes, bos Koran Sindo Batam, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Kasus dugaan pembunuhan tersebut menyeret nama Nurhayati Hutasoit (28), yang telah diamankan aparat kepolisian. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di kediaman korban di Kompleks Wira Mustika, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.
FOTO DOKUMENTASI REPUBLIKBERSUARA DIRUMAH DUKA BATU BATAM

Dugaan aksi kekerasan terhadap Lusi disebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut kini menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam proses pengungkapan kasus oleh kepolisian.
Di tengah proses hukum yang berjalan, rumah duka di kawasan Batu Ampar, Batam, Senin (31/8/2026), dipadati pelayat dari berbagai kalangan.
Pantauan RepublikBersuara.com, sejumlah kolega, kerabat, hingga tokoh dari kalangan pengusaha dan politik terlihat mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Di antara para pelayat yang hadir tampak bos Satnusa, Abidin, serta kader Partai NasDem yang juga Anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Li Khai.
Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi perhatian keluarga korban. Lala, kakak kandung Lusi sekaligus pihak keluarga yang ditinggalkan, terlihat menerima kedatangan para pelayat yang silih berganti menyampaikan dukacita.
Suasana rumah duka pun semakin ramai seiring berdatangannya para kolega keluarga korban.
Tragedi yang menimpa Lusi tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga. Kasus tersebut juga menyedot perhatian publik Batam, terlebih setelah polisi mengungkap dugaan keterlibatan Nurhayati dalam peristiwa berdarah tersebut.
Hingga kini, proses penyidikan masih berlangsung. Polisi masih mendalami secara menyeluruh rangkaian kejadian, motif, serta bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus dugaan pembunuhan tersebut.
(Jim)
































Komentar