RepublikBersuara.com, Batam – Misteri di balik tewasnya Lusi (52), adik ipar Yohanes yang dikenal sebagai bos Koran Sindo, mulai terkuak. Polisi mengungkap dugaan motif di balik aksi kekerasan yang menyeret Nurhayati (28) sebagai tersangka.
Dari hasil pemeriksaan awal, tindakan tersebut diduga dipicu rasa sakit hati Nurhayati terhadap perlakuan dan perkataan kasar yang berulang kali diterimanya dari korban.
Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengungkapkan, tersangka mengaku kerap dimaki dan mendapat perkataan kasar dari korban. Nurhayati disebut beberapa kali dituduh bekerja lambat hingga dianggap tidak menggunakan akal pikirannya.
“Motif tersangka melakukan tindakan ini karena sering dimaki dan dikatakan perkataan kasar oleh korban, seperti dituduh kerja lelet dan tidak memakai otak,” ujar Anggoro.
Menurut keterangan polisi, puncak persoalan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, Nurhayati disebut kembali diperintahkan untuk membersihkan kotoran air.
Perintah tersebut diduga menjadi pemicu yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan terhadap korban.
Peristiwa tragis itu terjadi di kediaman korban di Komplek Wira Mustika, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Minggu (30/8/2026).
Sekitar pukul 05.00 WIB, seorang ART lain yang berada di rumah tersebut memberitahukan kepada suami korban, Aseng bahwa Lusi berada di lantai 4 dalam kondisi tidak bernyawa.
Aseng kemudian bergegas menuju lokasi. Di lantai 4, ia mendapati istrinya tergeletak dalam kondisi bersimbah darah dengan luka berat pada bagian kepala.
Korban selanjutnya dipindahkan ke lantai 2. Namun, nyawa Lusi sudah tidak dapat diselamatkan. Korban dipastikan telah meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya.
(jim)
































Komentar