Republikbersuara.com, Batam – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin menerima audiensi jajaran pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara Polda Kepri dengan insan pers, khususnya dalam membangun kualitas informasi publik sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Audiensi dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Dirintelkam Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri, serta jajaran pengurus KJK yang dipimpin langsung Ketua Umum Ady Indra Pawennari.
Dalam pertemuan itu, Ady Indra Pawennari menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Polda Kepri kepada KJK untuk bersilaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan jajaran kepolisian.
Ady menjelaskan, KJK tidak hanya fokus pada kegiatan jurnalistik, tetapi juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya penanaman mangrove, donor darah, bersih-bersih pantai, santunan anak yatim piatu hingga penyembelihan hewan kurban.
“Ke depan, kami memiliki banyak kegiatan yang akan mengajak Polda Kepri untuk bersinergi. Dalam waktu dekat kami juga akan melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Tanjungpinang sebagai upaya meningkatkan kompetensi anggota KJK dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Ady.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Kepri mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, perkembangan teknologi digital dan media sosial saat ini dinilai menghadirkan tantangan tersendiri terhadap kualitas informasi yang diterima publik.
Asep menekankan pentingnya verifikasi dan pengecekan fakta sebelum sebuah informasi dipublikasikan, terutama informasi yang berasal dari media sosial.
“Media mainstream memiliki standar dan kompetensi tersendiri dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ketika informasi dari media sosial dijadikan sumber pemberitaan, tentunya harus melalui proses pengecekan dan verifikasi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar sesuai dengan fakta,” tegasnya.
Menurut Asep, kualitas informasi memiliki hubungan erat dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemberitaan yang akurat, berimbang dan berdasarkan fakta dapat membantu masyarakat memahami persoalan secara utuh sekaligus mencegah munculnya keresahan akibat informasi yang tidak benar.
Tak hanya membahas jurnalistik, pertemuan tersebut juga menyinggung hubungan antara keamanan dan investasi di Kepulauan Riau.
Sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga serta berada di jalur perdagangan internasional, Kepri membutuhkan situasi keamanan yang stabil guna mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan rasa aman kepada pelaku usaha.
“Keamanan menciptakan kepercayaan. Kepercayaan mendorong investasi. Investasi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ekonomi nasional. Itulah makna dari Secure Kepri, Secure Your Investments,” ujar Asep.
Kapolda menjelaskan, konsep tersebut menjadi salah satu komitmen Polda Kepri dalam menciptakan kondisi keamanan yang kondusif sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat maupun investor.
Ia juga memperkenalkan gagasan “Secure Country, Secure Economy, Secure Investment” sebagai kerangka yang menggambarkan keterkaitan antara keamanan negara, keamanan ekonomi dan kepastian investasi.
“Konsep ini harus diterjemahkan dalam langkah-langkah yang nyata. Keamanan dan kepastian merupakan bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang baik,” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, pemerintah memiliki peran menjalankan berbagai kebijakan pembangunan di tingkat pusat maupun daerah. Sementara Polri memiliki tugas memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan aman.
Karena itu, Polda Kepri mendorong penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa.
Media dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dirintelkam Polda Kepri turut berharap KJK konsisten menyampaikan informasi berdasarkan fakta serta turut mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei menegaskan komitmen Polda Kepri menjaga keamanan guna memberikan rasa nyaman dan kepercayaan kepada masyarakat maupun investor.
“Secure Kepri, Secure Your Investment. Polda Kepri berkomitmen menjaga keamanan sehingga investor merasa nyaman untuk berinvestasi di Kepulauan Riau,” ungkap Nona.
Nona juga menyampaikan bahwa Polda Kepri terus berupaya meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Polda Kepri masuk dalam empat besar Polda terbaik se-Indonesia. Mudah-mudahan tahun depan dapat menjadi nomor satu,” ujarnya.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polda Kepri dan KJK. Sinergi kepolisian dan media diharapkan mampu memperkuat penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta mendukung terciptanya iklim investasi yang aman dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.
Dengan semangat “Secure Kepri, Secure Your Investments”, keamanan ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Keamanan yang terjaga, informasi yang berkualitas dan sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan, mendorong investasi, membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam dan gratis untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan.
(Tim Redaksi)























Komentar