Republikbersuara.com, Batam – Pelaku penikaman terhadap AL (24), seorang karyawan perusahaan elektronik sekaligus anak seorang wartawan di Batam, akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Batam Kota kurang dari 24 jam setelah aksi brutal tersebut menghebohkan masyarakat.
Pelaku menyerahkan diri setelah pemberitaan mengenai penikaman yang diduga dilakukan kelompok geng motor viral dan mendapat perhatian luas publik.
“Pelaku sudah menyerahkan diri usai pemberitaan anak dari seorang wartawan di Batam,” ujar Kapolsek Batam Kota, Benny Syahrizal, kepada Republikbersuara.com, Jumat (5/6/2026) di Mapolsek Batam Kota.
Kapolsek menegaskan bahwa pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
“Masih diperiksa sama penyidik saat ini,” imbuhnya.
Ditikam Saat Nongkrong Usai Pulang Kerja
Sebelumnya, AL menjadi korban penikaman di kawasan Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Kota, Jumat (6/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban yang baru pulang bekerja pada shift malam itu sedang minum kopi bersama sejumlah rekannya ketika didatangi sekelompok pengendara motor yang sebelumnya sempat berpapasan dengan mereka di jalan.
Menurut saksi berinisial PT, sebelum kejadian sempat terjadi saling pandang antara korban dan kelompok pelaku.
“Awalnya hanya saling pandang saat berpapasan di jalan. Setelah itu kami lanjut pulang. Korban sebenarnya sudah diajak pulang, tetapi kami sempat singgah untuk minum kopi,” ujar PT.
Tak lama berselang, sekitar tiga orang yang diduga bagian dari kelompok tersebut datang menggunakan sepeda motor ke lokasi.
Salah satu pelaku kemudian turun dan langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam.
“Kejadiannya sangat cepat. Salah satu pelaku langsung menusuk korban,” katanya.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pengejaran, namun para pelaku berhasil melarikan diri.
Tujuh Luka Tusuk, Sempat Kritis
Akibat serangan brutal tersebut, AL mengalami tujuh luka tusuk di bagian punggung, samping tubuh, dan lengan.
Korban sempat tidak sadarkan diri sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan tenaga medis, kondisi korban sempat kritis dan harus menjalani operasi darurat.
“Korban masih menjalani perawatan intensif setelah tindakan operasi oleh dokter bedah,” ujar salah seorang tenaga medis.
Polisi kini terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pelaku lain yang diduga ikut berada di lokasi saat penyerangan terjadi.
(jim)


Komentar