Republikbersuara.com, Batam – Kabar mengejutkan datang dari internal Samapta Polda Kepri. Sejumlah anggota dikabarkan mengalami pemotongan gaji dengan alasan yang tidak transparan, memicu keresahan hingga ke pihak keluarga.
Hasil penelusuran yang dihimpun, pemotongan tersebut disebut-sebut terjadi tanpa penjelasan rinci, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di kalangan anggota yang merasa hak mereka tidak diterima secara utuh.
“Anak kami mengeluh. Gajinya dipotong, tapi tidak jelas untuk apa. Ini jelas merugikan. Mereka ini anggota Polri, kenapa haknya diperlakukan seperti ini?” ujar salah seorang orang tua anggota, Senin (20/4/2026) kepada Republikbersuara.com
Keresahan ini tidak hanya berhenti di internal anggota, namun juga meluas ke keluarga yang menilai kondisi tersebut sudah tidak wajar dan perlu ditindaklanjuti secara serius.
Menurutnya, praktik pemotongan yang tidak transparan ini berpotensi melanggar aturan dan mencederai hak anggota sebagai aparat negara. Ia pun mendesak adanya audit menyeluruh terhadap jajaran terkait.
“Kami minta Mabes Polri turun tangan. Harus ada pemeriksaan terhadap Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi. Kenapa gaji anak-anak kami dipotong? Ini harus jelas,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Kepri terkait dugaan pemotongan gaji tersebut.
Kasus ini kini menjadi sorotan, dan publik menunggu langkah tegas dari Mabes Polri untuk membuka secara terang apa yang sebenarnya terjadi di tubuh Samapta Polda Kepri.
(jim)














Komentar