Republikbersuara.com, Batam – Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini alarm keras soal runtuhnya standar keamanan di ruang yang seharusnya paling steril dan terkendali: Rumah Tahanan Polda Kepri.
Seorang bocah berusia 2 tahun “terguling” dari lantai 3 saat membesuk keluarganya di Rutan Polda Kepri. Insiden mengerikan ini akhirnya dikonfirmasi oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, AKP dr. Leonardo, Jumat (17/4/2026) pagi.
“Ya memang ada anak bocah 2 tahun terjatuh dari lantai 3 usai menengok bersama neneknya salah satu tahanan Polda Kepri,” ujarnya kepada Republikbersuara.com
Namun pernyataan itu justru membuka fakta yang lebih mengkhawatirkan.
Alih-alih mendapat penanganan maksimal di rumah sakit milik institusi sendiri, korban justru harus dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros.
“Dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros,” imbuhnya singkat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban datang bersama neneknya untuk membesuk pamannya yang berstatus tahanan. Kunjungan yang seharusnya aman dan diawasi ketat, berubah menjadi tragedi yang kini diselimuti tanda tanya besar.
Sumber internal kepolisian membenarkan peristiwa tersebut terjadi beberapa hari lalu.
“Korban berumur 2 tahun, bersama neneknya membesuk tahanan,” ungkapnya.
Namun yang paling mencengangkan saat korban dalam kondisi kritis usai jatuh dari ketinggian, tidak tersedia dokter spesialis anak di RS Bhayangkara Polda Kepri.
Dalam situasi darurat yang menyangkut nyawa balita, fasilitas kesehatan milik aparat justru disebut tidak siap.
Bagaimana mungkin area tahanan bisa diakses hingga memungkinkan balita jatuh dari lantai 3. Di mana pengawasan petugas? Dan mengapa rumah sakit rujukan pertama tidak memiliki kesiapan medis dasar untuk kasus kritis anak?
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait kronologi detail kejadian, sistem pengamanan rutan, maupun evaluasi internal yang dilakukan.
(jim)










Komentar