Republikbersuara.com, Batam – Ini bukan sekadar insiden. Ini teror nyata di ruang yang seharusnya paling terkendali. Seorang balita 2 tahun dikabarkan “terguling” dari lantai 3 rumah tahanan Polda Kepri saat membesuk keluarganya. Publik pun meledak, bagaimana mungkin anak sekecil itu bisa jatuh di area super terbatas dan diawasi ketat?
Narasi “terguling” kini jadi bahan cibiran sekaligus kemarahan. Rutan bukan taman bermain. Rutan adalah zona dengan kontrol berlapis, akses terbatas, dan pengawasan ketat. Jika seorang balita bisa terjatuh dari ketinggian mematikan, maka yang runtuh bukan hanya tubuh korban tapi juga kredibilitas sistem pengamanan.
Informasi yang dihimpun Republikbersuara.com, korban datang bersama neneknya untuk membesuk sang paman yang berstatus “ tahanan”. Namun kunjungan yang semestinya aman justru berubah menjadi mimpi buruk yang hingga kini diselimuti kabut kejanggalan.
“Korban berumur 2 tahun, bersama neneknya membesuk tahanan, kejadiannya beberapa hari lalu,” ungkap sumber internal kepolisian kepada Republikbersuara.com
Yang lebih mengerikan, setelah jatuh dari lantai 3, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Tapi fakta mencengangkan terkuak, tidak ada dokter spesialis anak saat kondisi darurat! Dalam situasi hidup-mati, fasilitas milik institusi sendiri justru tak siap, hingga korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros.
Ini bukan lagi sekadar kelalaian. Ini rantai kegagalan.
Di sisi lain, pihak rumah sakit dan pejabat terkait masih memilih bungkam. Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri AKP Dokter Leonardo belum memberikan jawaban saat dihubungi dan dikonfirmasi Republikbersuara.com. Diamnya pejabat di tengah tragedi justru memantik kecurigaan publik ada apa yang sedang ditutupi?
Kini tekanan publik mengeras. Desakan datang bertubi-tubi untuk membuka rekaman CCTV rutan tanpa sensor, mengungkap kronologi asli, bukan versi “aman”, memeriksa seluruh petugas jaga saat kejadian dan melibatkan pengawasan eksternal independen
Karena jika benar balita bisa “jatuh” dari lantai 3 di dalam rutan, maka ini bukan sekadar kecelakaan ini indikasi kelalaian fatal yang bisa dikategorikan sebagai skandal institusi.
Satu pertanyaan kini menggema keras di tengah publik, bagaimana mungkin seorang anak 2 tahun bisa “lolos” dari sistem keamanan rutan dan berakhir di bawah setelah jatuh dari lantai 3.
(jim)



Komentar