Advertisement
Batam Kepri Kriminal Peristiwa
Beranda » Tangis Iringi Pemakaman Bripda Natanael: Dari “Asrama Neraka” ke Liang Kubur, Perwira Polda Kepri Turun Tangan Antar Jenazah

Tangis Iringi Pemakaman Bripda Natanael: Dari “Asrama Neraka” ke Liang Kubur, Perwira Polda Kepri Turun Tangan Antar Jenazah

Republikbersuara.com, Batam – Duka mendalam akan menyelimuti prosesi pemakaman Bripda Natanael Simanungkalit. Anggota muda yang nyawanya diduga direnggut dalam kekerasan brutal di lingkungan yang seharusnya aman itu, akan dimakamkan di TPU Sei Temiang, Kamis (16/4/2026) esok hari

Dari informasi yang dihimpun Republikbersuara.com, pelepasan jenazah akan dilakukan secara adat sebelum diserahkan kepada institusi kepolisian untuk dimakamkan secara kedinasan. Prosesi pemakaman pun tidak biasa seorang perwira tinggi turun langsung.

Direktur Samapta Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol. Joko Adi Nugroho, dijadwalkan memimpin langsung penghormatan terakhir hingga ke liang kubur.

“Setelah proses adat, pemakaman akan dipimpin langsung Dirsamapta,” ujar sumber internal kepolisian, Rabu (15/4/2026).

Namun di balik prosesi penghormatan itu, publik belum melupakan luka besar yang mengiringi kepergian korban.

Terungkap Dua WNA Singapura Tewas Beruntun di Pollux Habibie, Sorotan Mengarah ke Sistem Ventilasi Udara

Bripda Natanael Simanungkalit anggota Bintara Samapta angkatan 2025 yang baru saja mengawali kariernya tewas secara tragis pada Senin (13/4/2026) malam oleh seniornya dengan cara “ membabi buta” hingga merusak nama Polda Kepri

Kematian itu bukan sekadar kehilangan. Ini adalah tragedi yang mengguncang.

Di dalam rumah susun asrama Polda Kepri tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anggot justru diduga terjadi aksi kekerasan yang disebut-sebut brutal dan tidak manusiawi.

Tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Luka lebam di sekujur badan. Punggung hancur akibat hantaman keras. Tak ada tanda perlawanan berarti seolah korban tak berdaya menghadapi apa yang terjadi.

Dari “asrama” yang berubah menjadi mimpi buruk, kini korban diantar menuju peristirahatan terakhirnya.

Groundbreaking Gedung Serba Guna Polda Kepri Dimulai, Dibangun Tiga Lantai Selama 210 Hari Kalender

Tangis keluarga pecah. Amarah publik membuncah.

Satu pertanyaan besar masih menggantung.

Bagaimana mungkin seorang anggota muda bisa tewas mengenaskan di dalam institusinya sendiri?

Prosesi pemakaman besok bukan hanya tentang penghormatan terakhir.

Ini adalah pengingat keras bahwa ada luka, ada misteri, dan ada tuntutan keadilan yang belum selesai.

Kasus Bayi Perempuan di TPA Punggur Kembali Disorot, Bagaimana Kelanjutan Penyelidikannya Di Polsek Nongsa ?

(jim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement