Republikbersuara.com, Batam – Bau busuk dugaan pemborosan anggaran kini menyengat dari halaman kantor Dinas Perhubungan Kota Batam. Belasan bus Trans yang dulu digadang-gadang jadi solusi transportasi publik, kini berubah jadi “bangkai besi” tak bernyawa terparkir, rusak, dan seolah sengaja dibiarkan membusuk di depan mata publik.
Ini bukan sekadar kelalaian. Ini tamparan keras bagi akal sehat masyarakat.
Bagaimana mungkin anggaran miliaran rupiah dari pajak rakyat dihabiskan untuk armada yang kini tak berfungsi? Siapa yang bertanggung jawab? Dan yang paling mengundang kemarahan: kenapa sampai hari ini tidak ada penjelasan transparan?
“Ini bukan lagi memprihatinkan, ini keterlaluan! Uang rakyat seperti dibakar hidup-hidup. Bus dibeli mahal, tapi akhirnya jadi bangkai. Kejaksaan harus turun tangan, jangan tutup mata!” tegas Burhan dengan nada geram, Kamis (9/4/2026) kepada Republikbersuara.com
Sorotan kini mengarah tajam ke Dinas Perhubungan Kota Batam. Publik mempertanyakan, apakah ada kesalahan fatal dalam perencanaan? Ataukah lebih jauh lagi ada dugaan permainan dalam proses pengadaan?
Jika benar ada praktik tak wajar, maka ini bukan sekadar kegagalan proyek, melainkan potensi skandal yang harus dibongkar sampai ke akar.
Warga kini secara terbuka menantang Kejaksaan Negeri Batam untuk tidak sekadar diam. Audit menyeluruh, pemanggilan pihak-pihak terkait, hingga penelusuran aliran anggaran menjadi tuntutan yang tak bisa lagi dihindari.
“Jangan sampai ini cuma jadi tontonan. Kalau dibiarkan, publik akan menilai ada yang dilindungi. Bongkar semuanya!” tambahnya.
Belasan bus yang kini jadi “kuburan besi” itu bukan hanya simbol pemborosan tetapi juga ujian nyata bagi keberanian aparat penegak hukum.
Publik menunggu, akan diusut, atau justru dikubur bersama bangkai-bangkai itu?
(jim)


Komentar