Advertisement
Batam Kriminal Peristiwa
Beranda » Aksi “ BRUTAL PREMAN “ 6 Oknum Berseragam Bea Cukai Diduga Keroyok Sukarman, Ini Ciri-ciri dan Perannya

Aksi “ BRUTAL PREMAN “ 6 Oknum Berseragam Bea Cukai Diduga Keroyok Sukarman, Ini Ciri-ciri dan Perannya

Republikbersuara.com, Batam – Sukarman (48), warga Tanjungpinang, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh enam oknum berseragam Bea Cukai di Pos Bea Cukai Telaga Punggur, Batam, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Atas kejadian tersebut, pria asal Pacitan, Jawa Timur, yang bekerja sebagai sopir lori (buruh harian lepas) itu membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Barelang dengan Nomor: LP/B/59/II/2026/SPKT/POLRESTABARELANG/POLDA KEPULAUAN RIAU, pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

VIDEO PENGAKUAN KORBAN PENGEROYOKAN PREMAN BERSERAGAM BEA CUKAI POS PUNGGUR

https://youtube.com/shorts/EjKkI4PFtPc?si=z66gbk3Nc4xHQm4K

Usai membuat laporan, Sukarman menjalani pemeriksaan di Unit V Satreskrim Polresta Barelang. Saat jeda pemeriksaan sekitar pukul 19.00 WIB, ia memaparkan kronologi kejadian kepada awak media.

Ketua Umum IESPA Ibnu Riza Pradipto Sambangi Wakapolda

“Ada enam orang di dalam pos Punggur yang menganiaya saya. Tiga orang memukul dan menonjok pakai tangan, satu orang memukul pakai sandal, dan satu lagi menendang pakai sepatu,” ujar Sukarman kepada Republikbersuara.com, Sabtu (14/2/2026).

Ciri-ciri dan Peran Terduga Pelaku

Sukarman membeberkan ciri-ciri serta peran masing-masing terduga pelaku:

  • Penendang menggunakan sepatu: bertubuh agak tinggi.
  • Pemukul menggunakan sandal: bertubuh pendek, agak brewokan.
  • Tiga orang pemukul dengan tangan: berkulit putih, brewok pendek, mengenakan topi. Salah satunya disebut bernama Raga.

Ia menyebut total terdapat sekitar delapan orang di dalam ruangan saat kejadian, namun lima hingga enam orang diduga terlibat langsung dalam aksi pemukulan.

Kronologi Awal

Pemberitaan Penikaman Wartawan Muhammad Buhari di Lintas Sukajadi Belum Terverifikasi, Enam Rumah Sakit Sebut Tidak Ada Pasien Sesuai Informasi

Menurut Sukarman, peristiwa bermula pada Kamis (5/2/2026) saat dirinya hendak menyeberang dari Batam ke Tanjungpinang melalui Pelabuhan Roro Telaga Punggur menggunakan lori yang mengangkut tiga mesin rumput dan satu kompor gas.

“Saat diperiksa petugas, saya bilang kosong. Setelah ketahuan bawa mesin rumput, saya takut lori ditahan, lalu saya kabur keluar pelabuhan,” ujarnya.

Ia mengakui, saat melarikan diri, salah seorang petugas sempat tergantung di bagian bak lori. “Sesampainya di atas area pelabuhan, saya turunkan petugas itu. Lori saya parkirkan di dekat pelabuhan, barang masih di dalam. Setelah itu saya pulang ke Tanjungpinang karena takut,” katanya.

Pada Senin (9/2/2026), ia kembali ke Batam karena ada rekannya yang hendak menyewa lori tersebut. Rekannya menyarankan agar ia menghadap dan meminta maaf kepada petugas Bea Cukai agar kendaraan bisa kembali beroperasi melalui Roro Telaga Punggur.

Dugaan Penganiayaan di Dalam Pos

Bapak dan Anak Tiri Kompak Curi Motor, Empat Pelaku Curanmor Dijebloskan Penjara Polsek Nongsa

Sukarman mengaku mendatangi Pos Bea Cukai Telaga Punggur pada Kamis (12/2/2026) untuk meminta maaf atas insiden sebelumnya.

“Di dalam ruangan, mereka menyuruh saya mengaku membawa rokok dan minuman. Padahal saya hanya membawa mesin rumput. Mereka tidak terima, lalu memukul pakai tangan dan sandal, bahkan menendang muka saya,” tuturnya.

Ia mengklaim tidak ada yang melerai hingga dirinya tersungkur dan mengalami luka-luka. “Hidung saya patah, kepala memar, pelipis menghitam,” katanya.

Usai kejadian, ia mengaku dibawa ke RS Elisabeth Batam untuk menjalani pemeriksaan rontgen. Setelah mendapat obat, ia kembali dibawa ke kantor Bea Cukai dan diajak berdamai.

“Saya terpaksa mau damai karena takut dipukul lagi,” ujarnya.

Sukarman kemudian pulang ke Tanjungpinang dalam kondisi hidung masih mengeluarkan darah. Setibanya di rumah, istrinya tidak menerima perlakuan tersebut dan mendorongnya untuk melapor ke polisi.

“Saya berharap mereka mendapat balasan yang setimpal,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kantor Bea Cukai Batam terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

(jim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement