Republikbersuara.com, Batam – Kebejatan merasuk ke ruang pendidikan. MJ (33), oknum guru agama di SMK Negeri 1 Batam, diduga kuat melakukan aksi penyimpangan seksual paling menjijikkan dengan menyodomi siswa laki-laki setelah jam sekolah berakhir. Ironisnya, ruang guru yang seharusnya menjadi tempat mendidik justru berubah menjadi lokasi kejahatan seksual.
Peristiwa biadab ini terjadi pada 6 Januari sekitar pukul 17.00 WIB, saat suasana sekolah sudah sepi. Korban yang masih duduk di bangku kelas X dipanggil secara khusus oleh pelaku, lalu dibawa ke ruangan guru yang kosong. Di sanalah aksi cabul itu diduga dilakukan.
Kepala SMK Negeri 1 Batam, Deden Suryana, membenarkan adanya kasus dugaan pencabulan tersebut. Ia mengaku telah dipanggil penyidik pada 10 Januari untuk dimintai keterangan.
“Kami serahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak Kepolisian,” ujar Deden, Senin (9/2/2026).
Fakta yang terungkap lebih mengerikan dari dugaan awal. Berdasarkan hasil angket internal sekolah, sedikitnya 50 siswa laki-laki melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh MJ.
“Ada yang mengaku pahanya dicubit, tubuhnya diraba, hingga alat kelaminnya dipegang,” ungkap Deden.
Modus pelaku terbilang licik dan predatoris. MJ diduga sengaja menargetkan siswa yang dianggap “bermasalah”, lalu memanggil mereka ke ruang kerjanya saat kondisi sekolah sudah kosong.
Pengakuan para korban diperkuat bukti rekaman CCTV, yang merekam momen saat MJ membawa siswa masuk ke ruang guru setelah jam pelajaran usai.
“Rekaman CCTV ada. Terlihat guru tersebut membawa siswa ke ruangan,” tegas Deden.
Ironisnya, keseharian MJ di sekolah tidak pernah menimbulkan kecurigaan. Ia dikenal sopan, ramah, bahkan memiliki tiga orang anak. MJ tercatat mengajar sejak tahun 2023 dan kini telah dinonaktifkan dari tugas mengajar.
“Kami tidak pernah menyangka. Tidak ada tanda-tanda,” kata Deden.
Pihak sekolah menyatakan telah menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian dan memastikan kondisi korban mendapat perhatian.
Sementara itu, Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus yang mengguncang dunia pendidikan Batam tersebut.
(jim)


Komentar