Advertisement
Batam Kriminal Peristiwa
Beranda / Peristiwa / SETOKOK BERDARAH! 2 TEWAS, KONFLIK LAHAN PT MIG DISOROT: “BP BATAM JANGAN LEPAS TANGAN!”

SETOKOK BERDARAH! 2 TEWAS, KONFLIK LAHAN PT MIG DISOROT: “BP BATAM JANGAN LEPAS TANGAN!”

Screenshot

Republikbersuara.com, Batam – Dua orang tewas! Darah tumpah di Jembatan 3 Setokok! Bentrokan antara kelompok Lang Laut dan Garuda pada Senin (14/9/2026) kembali membuka luka lama yang selama ini membara di tengah konflik lahan.

Kini, setelah dua nyawa melayang dan sejumlah orang terluka, pertanyaan keras mulai bergema:

Siapa yang harus bertanggung jawab menyelesaikan akar konflik lahan yang disebut telah berlangsung lama itu?

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono mengatakan, polisi telah menerbitkan dua laporan terkait tragedi bentrokan tersebut.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk dua pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, pakaian, serta sejumlah barang lain yang berkaitan dengan perkara.

Semak Sambau Terbakar, Polsek Nongsa Bergerak Cepat Padamkan Api

Polisi juga memastikan bahwa tragedi tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Menurut Anggoro, bentrokan berawal dari konflik lahan yang telah berlangsung lama.

Berbagai upaya mediasi bahkan disebut telah dilakukan, mulai dari tingkat Polsek Bulang, Polresta Barelang hingga Polda Kepulauan Riau.

Namun, bara konflik ternyata belum padam.

Dan akhirnya meledak menjadi bentrokan berdarah.

“JANGAN DIADU DOMBA!”

Jalan Raya Busung Teluk Lobam Nyaris Ludes, Polisi Berjibaku Jinakkan Karhutla 2 Hektare

Di tengah proses hukum yang berjalan, praktisi hukum Burhanuddin melontarkan sorotan keras terhadap penyelesaian sengketa lahan tersebut.

Menurutnya, tragedi Setokok semestinya dapat dicegah apabila persoalan yang menjadi akar konflik segera diselesaikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Burhanuddin menyoroti BP Batam dan PT MIG yang menurutnya harus mengambil tanggung jawab dalam penyelesaian sengketa tersebut.

“Ini kan persoalan BP Batam dan PT MIG yang seharusnya menyelesaikan sengketa tersebut dan jangan diadu domba hingga terjadi konflik,” ujar Burhanuddin kepada Republikbersuara.com, Selasa (15/9/2026).

Dua nyawa sudah menjadi korban.

PJU Lama Tinggalkan Nama Baik, PJU Baru Hadapi Tantangan Baru

Karena itu, menurut Burhanuddin, penyelesaian konflik tidak boleh lagi berjalan berlarut-larut tanpa kepastian.

Ia mendorong agar persoalan tersebut dibawa ke jalur hukum secara menyeluruh dengan melibatkan Kejaksaan, pengadilan dan kepolisian, sehingga status serta persoalan lahan dapat dipastikan secara terang.

“Penyelesaian sengketa lahan ini harus tuntas oleh BP Batam dan PT MIG, tidak berlarut-larut dan libatkan Kejaksaan, pengadilan dan kepolisian untuk memastikan konflik bisa dihentikan,” tegasnya.

PERINGATAN KERAS: JANGAN TUNGGU DARAH TUMPAH LAGI

Burhanuddin memperingatkan, konflik yang tidak diselesaikan secara tuntas berpotensi kembali memicu bentrokan.

“Kalau model BP Batam dan PT MIG tidak mau menyelesaikan tanpa melibatkan Kejaksaan, pengadilan dan kepolisian, bentrokan akan terjadi lagi,” imbuhnya.

 

(Tim Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement