Advertisement
Batam Kriminal Peristiwa
Beranda » Di Balik “Godfather” Kartel, Sosok Basri Diduga Pengendali “Kerajaan Hitam” Planet

Di Balik “Godfather” Kartel, Sosok Basri Diduga Pengendali “Kerajaan Hitam” Planet

Republikbersuara.com, Batam – Nama Basri, sosok yang disebut-sebut sebagai tangan kanan pengelola tempat hiburan malam Planet di Batam, kembali menjadi sorotan. Pria yang akrab disapa “Bapa Tua”, asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dikabarkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Informasi mengenai pengejaran Basri mencuat seiring pengembangan kasus dugaan peredaran narkotika di lingkungan tempat hiburan malam Planet. Aparat disebut terus memburu keberadaan Basri yang diduga telah meninggalkan Indonesia dan berada di Malaysia.

Dalam upaya pengejaran tersebut, penanganan perkara disebut melibatkan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri/NCB Interpol untuk membantu pelacakan keberadaan buronan di luar negeri. Namun, status dan keterlibatan masing-masing institusi dalam pencarian Basri tetap perlu dikonfirmasi secara resmi kepada aparat penegak hukum terkait.

Sosok Basri menjadi penting dalam pengembangan perkara karena penyidik tidak hanya mengejar pelaku lapangan, tetapi juga berupaya mengurai dugaan mata rantai jaringan serta aliran dana yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka perkara ini berpotensi berkembang dari sekadar pengungkapan peredaran narkotika menjadi penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sosok dan Sepak Terjang Bapa Tua “Basri Lewaimang”, Dari CENTENG Karto hingga Diburu Dittipid Narkoba

Sorotan juga mengarah pada dugaan kepemilikan sejumlah aset bernilai tinggi yang disebut-sebut berkaitan dengan Basri. Dalam pengembangan perkara, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dikabarkan telah mengamankan sejumlah kendaraan mewah dan aset lainnya.

Informasi mengenai beberapa rumah bernilai miliaran rupiah serta 11 kendaraan mewah tersebut menjadi bagian yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh, terutama terkait asal-usul dana pembelian aset dan kemungkinan keterkaitannya dengan hasil tindak pidana narkotika.

Pertanyaan besarnya kini bukan hanya di mana Basri berada, tetapi juga seberapa jauh jaringan yang berada di belakangnya.

Jika Basri memang memiliki peran strategis dalam jaringan tersebut, penangkapan dirinya diharapkan dapat membuka rantai yang lebih besar: siapa pemasok, siapa pengendali distribusi, siapa yang mengatur aliran uang, hingga siapa saja yang diduga menikmati hasil kejahatan.

Perburuan terhadap “Bapa Tua” kini menjadi salah satu kunci bagi aparat untuk mengungkap secara utuh dugaan jaringan narkotika yang disebut-sebut beroperasi di balik “Kerajaan Hitam” Planet.

Fakta Haram “Ekstasi 40 Ribu”, Jaringan Planet BAPA TUA “ Basri Lewaimang Raup Rp28 Miliar per Bulan

(Tim Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement