Republikbersuara.com, Batam – Kasus penemuan janin bayi perempuan di dalam septic tank BCS Mall, Kota Batam, kembali menjadi sorotan. Lebih dari tiga tahun sejak temuan pada 15 Agustus 2023, seorang warga meminta kepolisian kembali menelusuri kasus tersebut dan mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab.
Desakan itu muncul di tengah sorotan terhadap komitmen penegakan hukum Polri. Warga berharap Kapolsek Lubuk Baja AKP Cindo Kottama bersama Kanit Reskrim Ipda Gihon Sahatma Togu Lumban Raja kembali memberi perhatian terhadap kasus yang bermula dari penyumbatan toilet di pusat perbelanjaan tersebut.
Bagi warga, penemuan janin di fasilitas umum bukan perkara yang semestinya berhenti menjadi catatan peristiwa. Mereka menginginkan kejelasan mengenai perkembangan penyelidikan, identitas pihak yang bertanggung jawab, serta hasil akhir penanganan perkara tersebut.
“Kasus terowongan Pelita, penemuan bayi bisa diungkap pelakunya. Namun, kini kami berharap kasus bayi di toilet BCS Mall kembali ditangani Kapolsek dan Kanit Reskrim Lubuk Baja. Apalagi ada 100 hari kerja Kapolri dan komitmen Kapolda yang diharapkan bisa dipenuhi dalam penegasan kepada masyarakat,” ujar Vicky, seorang pengemudi ojek online yang biasa mangkal di BCS Mall, kepada Republikbersuara.com, Sabtu (10/10/2026) malam.
Berawal dari Toilet Mampet
Kasus ini pertama kali mencuat setelah seorang petugas cleaning service mendapati toilet BCS Mall mengalami penyumbatan pada 15 Agustus 2023. Gangguan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas pipa untuk dilakukan pemeriksaan.
Pengecekan berlanjut hingga petugas menemukan janin bayi perempuan di dalam septic tank. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak sekuriti mal sebelum diteruskan kepada kepolisian.
Tiga orang disebut telah dimintai keterangan, yakni petugas pipa, petugas cleaning service, dan sekuriti. Keterangan mereka menjadi bagian dari informasi yang dihimpun untuk menelusuri kejadian tersebut.
Pemeriksaan akses keluar-masuk juga disebut menjadi salah satu langkah untuk mengidentifikasi pihak yang mungkin berkaitan dengan peristiwa itu.
Namun, berdasarkan informasi yang tersedia dalam bahan pemberitaan ini, belum dapat dipastikan bagaimana perkembangan akhir penyidikan, apakah perkara telah menemukan titik terang, atau apakah sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Publik Menunggu Kejelasan
Permintaan agar kasus ini kembali ditelusuri menjadi pengingat bahwa penanganan perkara yang menyangkut keselamatan dan nasib seorang bayi membutuhkan kejelasan informasi kepada publik.
Warga berharap kepolisian dapat menjelaskan status penanganan kasus tersebut, termasuk langkah penyidikan yang telah dilakukan dan apakah masih terdapat upaya hukum yang dapat ditempuh untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Sorotan juga tertuju pada komitmen pimpinan kepolisian dalam memastikan setiap perkara memperoleh penanganan sesuai ketentuan hukum. Namun, untuk menilai perkembangan kasus BCS Mall secara objektif, diperlukan keterangan resmi dari kepolisian mengenai status penyelidikan atau penyidikannya.
Hingga naskah ini disusun, belum terdapat keterangan resmi terbaru yang disertakan dalam bahan pemberitaan mengenai perkembangan akhir kasus penemuan janin tersebut.
Masyarakat kini menantikan jawaban: bagaimana kelanjutan penanganan kasus janin bayi perempuan di BCS Mall, dan apakah kepolisian masih memiliki langkah penyidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab?
(Teddy Novianto)






Komentar