Advertisement
Batam Kriminal Peristiwa
Beranda » Buru Basri ke Malaysia, CIC Desak Kapolri Bongkar Mata Rantai Narkoba Batam

Buru Basri ke Malaysia, CIC Desak Kapolri Bongkar Mata Rantai Narkoba Batam

Republikbersuara.com, Jakarta – Pengembangan kasus dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam HH Club Planet 3.0 Batam memasuki fase yang lebih luas. Penanganan perkara kini didorong tidak sekadar berhenti pada para tersangka yang diamankan di lokasi, tetapi diarahkan untuk mengungkap dugaan struktur jaringan, jalur distribusi, sumber pendanaan hingga pihak-pihak yang diduga berada di balik peredaran narkotika tersebut.

Desakan itu disampaikan Ketua Umum Corruption Investigation Committee (CIC), R. Bambang SS, yang meminta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pengusutan secara menyeluruh terhadap jaringan yang beroperasi di Batam dan wilayah Kepulauan Riau.

Menurut Bambang, penyidikan harus bergerak dari pelaku lapangan menuju aktor yang diduga mengendalikan jaringan.

“CIC mendesak Kapolri segera memburu Basri yang informasinya kabur ke Malaysia dan memeriksa Karto terkait jaringan peredaran narkoba di Batam, khususnya di Kepri. Jangan biarkan para pengedar diberi ruang,” tegas Bambang dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (16/8/2026), di Jakarta.

11 Kendaraan Diamankan, Basri Disebut Diburu

MUI Batam Desak Kapolda dan Kapolresta Bongkar Mata Rantai Narkotika di THM Pasific, Square : Jangan Berhenti di Pintu Klub

Sorotan terhadap Basri menguat setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengamankan 11 unit kendaraan yang disebut berkaitan dengannya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol. Suyono membenarkan pengamanan kendaraan tersebut. Ia juga menyebut Basri tengah dalam pengejaran dan dikabarkan berada di Malaysia.

Informasi tersebut menambah dimensi baru dalam pengembangan perkara. Sebab, keberadaan seseorang yang diduga berkaitan dengan perkara narkotika di luar negeri dapat menjadi titik masuk untuk menelusuri kemungkinan hubungan lintas negara tentunya apabila dugaan tersebut nantinya diperkuat oleh alat bukti penyidik.

Sementara itu, dalam penggerebekan HH Club Planet 3.0, sebanyak 32 orang diamankan. Dari proses pemeriksaan awal, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya tersangka tambahan.

Polisi juga mengamankan sekitar 762 butir barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara narkotika.

Wartawan Liput Penggerebekan F1 Club, Ponsel Dirampas dan Rekaman Dihapus Oknum Dittipidnarkoba Bareskrim

Jejak 11 Mobil dan Pertanyaan Besar soal Aset

Bagi CIC, pengamanan 11 kendaraan tidak semestinya hanya dilihat sebagai penyitaan barang.

Aset tersebut dapat menjadi pintu masuk penyidik untuk menelusuri asal-usul kepemilikan, sumber dana, hubungan antarorang serta kemungkinan adanya aliran uang yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Namun seluruh keterkaitan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan alat bukti yang sah.

Karena itu, Bambang meminta penyidik menelusuri seluruh mata rantai perkara, mulai dari pemasok, distributor, pengelola tempat hiburan, pemilik aset hingga pihak yang diduga mengendalikan jaringan.

Dinas Pariwisata Kutuk “Kerajaan Hitam” Planet, Ardi Winata: Batam Hancur Dihantam Narkotika, Izin Usaha Akan Dicabut

Jika Mengarah ke Malaysia, Penelusuran Harus Diperluas

Informasi mengenai keberadaan Basri di Malaysia juga menjadi perhatian CIC.

Apabila penyidik menemukan bukti adanya jaringan lintas negara, maka penanganan perkara dapat diperluas melalui mekanisme kerja sama penegakan hukum antarnegara.

CIC menilai pengejaran terhadap Basri harus berjalan beriringan dengan pembongkaran jaringan di dalam negeri agar penindakan tidak berhenti pada satu-dua orang.

Kapolri Didesak Bongkar Aktor Utama

Bambang menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak cukup diukur dari jumlah tersangka dan barang bukti yang disita.

Yang lebih penting, kata dia, adalah kemampuan aparat membongkar siapa yang memasok, siapa yang mengendalikan, siapa yang menikmati hasil dan bagaimana jaringan tersebut dapat beroperasi.

“Jika Basri tertangkap, akan mudah bagi Bareskrim Mabes Polri membongkar siapa yang berada di belakang Basri, oknum yang terlibat dan jaringan internasionalnya,” ujar Bambang.

Kini pengembangan perkara HH Club Planet 3.0 memasuki titik krusial.

Penggerebekan telah menghasilkan sejumlah tersangka. Sebanyak 11 kendaraan telah diamankan. Sementara informasi mengenai pengejaran Basri ke Malaysia membuka pertanyaan yang jauh lebih besar.

Apakah perkara ini hanya berhenti sebagai kasus narkotika di sebuah tempat hiburan malam, atau justru menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan narkotika yang lebih besar dan terorganisasi di Batam hingga lintas negara?

Penyidik Bareskrim Polri kini dituntut menjawabnya dengan pembuktian, bukan sekadar penindakan di permukaan.

(Isa Mulyadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement