Advertisement
Batam Pilihan Editor
Beranda » Proyek Jalan Gajah Mada Rampung Saja Tak Cukup, Mahasiswi Minta Amsakar-Li Claudia Pikirkan Hak Pengguna Jalan

Proyek Jalan Gajah Mada Rampung Saja Tak Cukup, Mahasiswi Minta Amsakar-Li Claudia Pikirkan Hak Pengguna Jalan

Republikbersuara.com, Batam – Proyek rekonstruksi Jalan Gajah Mada yang dikerjakan Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menuai sorotan. Di tengah klaim proyek tersebut bertujuan menghadirkan jalan yang lebih aman dan nyaman, keluhan dari para pengguna jalan justru terus bermunculan akibat kemacetan panjang yang terjadi setiap hari.

Sejumlah warga menilai penyelesaian proyek semata tidak cukup jika pelaksanaannya mengorbankan hak masyarakat untuk memperoleh akses jalan yang lancar. Mereka meminta Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra tidak hanya berorientasi pada hasil akhir proyek, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga selama proses pengerjaan berlangsung.

Sejak pekerjaan dimulai pada 25 Juli 2026, arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada mengalami kepadatan yang signifikan. Kondisi semakin parah setelah aktivitas sekolah kembali normal pada 27 Juli 2026. Antrean kendaraan dilaporkan mengular dari kawasan Tiban Centre hingga Flyover Sei Ladi dengan panjang diperkirakan mencapai dua hingga tiga kilometer.

Dampak kemacetan tersebut juga dirasakan kalangan mahasiswa. Fitri, salah seorang mahasiswi Universitas Internasional Batam (UIB), mengaku kesulitan tiba tepat waktu di kampus karena terjebak antrean kendaraan setiap pagi.

“Sejak ada perbaikan jalan, arah ke kampus selalu macet. Saya jadi susah datang tepat waktu dan sering terlambat sekitar 15 menit,” ujar Fitri kepada Republikbersuara.com, Rabu (29/7/2026).

Dana BOS SMAN 24 Batam MENGGILA Rp1,24 Miliar Jadi Sorotan, Penggunaan Anggaran Dipertanyakan Orang Tua

Menurutnya, keterlambatan yang terus berulang membuat dirinya tidak nyaman karena harus berulang kali meminta maaf kepada dosen pengampu mata kuliah.

“Masa saya harus terus meminta maaf ke dosen dengan alasan macet? Lama-lama saya juga bingung harus menjelaskan apa lagi,” ungkapnya.

Keluhan tersebut menambah daftar kritik masyarakat terhadap pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Gajah Mada. Warga berharap BP Batam dapat mengevaluasi pola pengerjaan agar proyek pembangunan infrastruktur tidak justru menghambat aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk saat warga berangkat bekerja dan pelajar maupun mahasiswa menuju sekolah serta kampus.

(Tim Redaksi)

“Hak Jawab BP Batam Dinilai Tak Menjawab, Warga: Macet Gajah Mada Bukan Diselesaikan, Malah Makin Parah”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement