Republikbersuara.com, Batam – Aksi dugaan pencurian material proyek pembangunan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS Embung Fatimah, Batam, menjadi sorotan. Empat orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV), namun hingga kini belum diketahui adanya penyerahan para terduga kepada pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang diterima Republikbersuara.com, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/7/2026). Sejumlah material proyek, di antaranya kabel dan pipa oksigen, dilaporkan hilang.
Saat dikonfirmasi, Humas RS Embung Fatimah, Elin, membenarkan adanya dugaan pencurian di area proyek renovasi ruang IGD. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci kronologi kejadian karena sedang berada di luar kantor.
“Saya tidak tahu kalau ada pencurian di proyek. Saat ini saya sudah di luar kantor, nanti akan saya tanyakan ke bagian umum,” ujarnya.
Elin kemudian menyampaikan bahwa informasi mengenai dugaan pencurian tersebut memang benar dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan internal.
“Masih diperiksa secara internal,” katanya.
Namun, saat ditanya mengenai informasi bahwa empat terduga pelaku tidak diserahkan kepada pihak Polsek Batu Aji, Elin tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.
Sementara itu, Wakapolsek Batu Aji, Iptu Andi Pakpahan, saat dikonfirmasi pada waktu yang hampir bersamaan menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari RS Embung Fatimah terkait dugaan pencurian tersebut.
“Belum ada laporan dari pihak RS Embung Fatimah,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui alasan pihak rumah sakit belum melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada kepolisian. Republikbersuara.com masih berupaya memperoleh konfirmasi lebih lanjut dari pihak manajemen rumah sakit maupun pihak terkait lainnya.
(jim)










Komentar