Republikbersuara.com, Batam – Dua nyawa melayang. Dua keluarga kehilangan orang yang mereka cintai. Namun di tengah duka tersebut, masih tersisa pertanyaan besar: apa sebenarnya yang terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab.
Tragedi yang menewaskan dua warga itu kini menjadi sorotan. Lintas Pemuda Melayu mendesak aparat penegak hukum (APH) tidak sekadar menyelesaikan perkara di permukaan, tetapi membongkar seluruh rangkaian peristiwa secara utuh dan transparan.
Desakan itu disampaikan karena kasus yang merenggut dua nyawa tersebut dinilai tidak boleh menyisakan ruang bagi pertanyaan tanpa jawaban.
Bagi Lintas Pemuda Melayu, dua korban bukan sekadar angka dalam laporan perkara. Di belakangnya ada keluarga yang berduka, ada masa depan yang terputus, serta ada publik yang berhak mengetahui kebenaran dari peristiwa tersebut.
“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini sampai tuntas. Jangan sampai ada fakta yang ditutupi dan jangan ada pihak yang kebal terhadap hukum dan cari provokator,”demikian desakan Lintas Pemuda Melayu.
Mereka meminta penyidik menelusuri seluruh fakta secara profesional, termasuk memeriksa pihak-pihak yang mengetahui maupun diduga terlibat dalam rangkaian kejadian, tentunya berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut mereka, proses hukum harus berjalan objektif, transparan dan tanpa tebang pilih.
Publik juga menunggu kejelasan mengenai kronologi sebenarnya, motif di balik peristiwa tersebut, serta siapa saja yang nantinya dapat dimintai pertanggungjawaban apabila penyidik menemukan unsur pidana.
Jangan sampai kasus yang telah merenggut dua nyawa berhenti pada pertanyaan: mengapa mereka tewas, bagaimana peristiwa itu terjadi, dan siapa yang bertanggung jawab?
Kini bola berada di tangan aparat penegak hukum.
Dua nyawa telah hilang. Jangan biarkan kebenaran ikut terkubur.
Lintas Pemuda Melayu berharap seluruh proses hukum dilakukan secara menyeluruh dan terbuka sehingga keluarga korban memperoleh kepastian hukum, sementara masyarakat mendapatkan jawaban yang terang atas tragedi tersebut.
Sebab pada akhirnya, hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.
(Tim Redaksi)


































Komentar