Republikbersuara.com, Batam – Nama AKP Mardalis menjadi sorotan publik usai diduga melontarkan ucapan yang dianggap tidak pantas saat mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Batam di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (18/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan nasional dan daerah, mulai dari desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, krisis air bersih, hingga kerusakan lingkungan yang terjadi di Kota Batam.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.15 WIB itu diikuti sekitar 15 mahasiswa. Mereka membawa berbagai spanduk bertuliskan “Batam Darurat Lingkungan”, “Selesaikan Krisis Air di Kota Batam”, dan “Hentikan Reklamasi Ilegal di Pesisir Batam, Mencemari Laut = Membunuh Nelayan”.
Situasi sempat memanas ketika mahasiswa menuding adanya ucapan “pantek” yang diduga terlontar dari AKP Mardalis saat berlangsungnya aksi.
Atas kejadian tersebut, mahasiswa mendesak Irjen Pol Asep Safrudin untuk menurunkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) guna melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
“Ucapan tersebut tidak pantas keluar dari seorang aparat penegak hukum. Kami meminta Kapolda Kepri menurunkan Propam untuk melakukan pemeriksaan,” ujar salah seorang peserta aksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Barelang maupun AKP Mardalis terkait tudingan tersebut.
(jim)






Komentar