Republikbersuara.com, Batam – AKP Raden Bimo Dwi Lambang kembali mendapat kepercayaan menduduki jabatan strategis di lingkungan Polresta Barelang. Setelah menjabat Kasat Reskrim Polres Bintan, perwira berprestasi Polda Kepulauan Riau (Kepri) itu kini dipercaya memimpin Polsek Batu Ampar, menggantikan Kompol Amru Abdullah.
Pergantian tersebut menjadi sorotan setelah Amru mendapat kritik keras dari Ketua Jaringan Safe Migran Batam, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang dikenal sebagai Romo Paskalis, terkait penanganan kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini (25), perempuan asal Lampung yang bekerja sebagai Ladies Companion (LC).
Dalam konferensi pers penanganan kasus tersebut, Romo Paskalis menilai penampilan Kapolsek Batu Ampar terlalu dominan dan terkesan mengambil porsi yang berlebihan di hadapan publik.
Menurutnya, cara penyampaian informasi dalam konferensi pers semestinya mencerminkan koordinasi internal kepolisian, bukan menimbulkan kesan bahwa seorang pejabat tampil terlalu menonjol.
Kritik tersebut menjadi bagian dari sorotan terhadap komunikasi kepolisian dalam menangani perkara yang menyita perhatian publik. Namun, belum ada informasi terverifikasi yang memastikan bahwa pergantian jabatan Amru berkaitan langsung dengan kritik Romo Paskalis.
Di sisi lain, nama AKP Raden Bimo Dwi Lambang memiliki rekam penugasan yang menonjol. Pada 2025, ia dipercaya menjadi Komandan Kompi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam upacara peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka, Jakarta.
Penunjukan itu melalui proses seleksi yang dimulai pada Mei 2025. Dari 14 peserta seleksi tingkat Polri, hanya dua orang yang terpilih untuk melanjutkan tahapan berikutnya bersama perwakilan matra TNI.
Proses seleksi tersebut mencakup pengujian fisik, kemampuan suara, psikotes, serta penilaian kepemimpinan.
Setahun berselang, Bimo kembali mendapat kesempatan bertugas dalam agenda nasional. Ia terpilih menjadi bagian dari tim atraksi terjun payung Polri dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 2026.
Bimo disebut menjadi satu-satunya personel Polda Kepri yang terpilih memperkuat tim tersebut. Ia bergabung dengan 39 personel lainnya setelah melewati seleksi nasional yang melibatkan anggota Polri dari berbagai daerah.
Dua penugasan itu menunjukkan kepercayaan yang diberikan kepada Bimo untuk menjalankan tugas di luar rutinitas kepolisian sehari-hari, mulai dari memimpin pasukan dalam upacara kenegaraan hingga mengikuti atraksi terjun payung Polri.
Sebelum dipercaya memimpin Polsek Batu Ampar, Bimo pernah bertugas sebagai Kanit Reskrim di lingkungan Polsek tersebut. Ia kemudian mengemban jabatan Kasat Reskrim Polres Bintan sebelum kembali mendapat penugasan di Batu Ampar.
Kembalinya Bimo ke wilayah Batu Ampar menandai babak baru perjalanan kariernya di lingkungan kepolisian.
Meski memiliki rekam penugasan dalam sejumlah agenda nasional, tantangan utamanya kini berada pada pelaksanaan tugas kewilayahan, terutama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan.
(jim)









Komentar