Republikbersuara.com, Batam – Senjata api jenis FN di tengah tragedi berdarah Jembatan 3 Setokok kini ikut diburu. Setelah bentrokan kelompok Lang Laut dan Garuda menewaskan dua orang dan menyebabkan sejumlah korban luka, polisi kembali menelusuri dugaan keberadaan senjata api jenis FN yang disebut berada di tangan Maju Ginting saat bentrokan berlangsung.
Sorotan mengarah pada rekaman visual yang beredar. Dalam foto dan video tersebut, sosok yang disebut Maju Ginting terlihat berada di barisan depan massa sambil mengangkat benda yang menyerupai senjata api. Dari sinilah muncul pertanyaan yang kini hendak diurai penyidik: jika benda itu benar senjata api jenis FN, siapa pemiliknya dan siapa yang memberikan kepada Maju Ginting?
Kasat Reskrim Polresta Barelang saat dihubungi Republikbersuara.com, Selasa (29/9/2026) sore, menyatakan persoalan dugaan senjata api tersebut akan kembali diperiksa.
“Pihak Tim Advokasi Setokok meminta terkait senjata api jenis FN saat bentrokan. Akan kita angkat lagi dan akan cari tahu siapa yang memberikan senjata api kepada Maju Ginting,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi babak baru dalam pengusutan tragedi Setokok. Polisi tidak hanya diminta melihat siapa yang berada di lokasi atau siapa yang diduga membawa senjata, tetapi juga menelusuri asal-usul senjata dan mata rantai pihak yang menyerahkannya.
Kuasa hukum korban sebelumnya mendesak Polda Kepri dan Polresta Barelang mengusut seluruh fakta yang muncul dari bentrokan, termasuk rekaman visual yang beredar.
“Jelas-jelas Maju Ginting terlibat dan membawa senjata api saat bentrokan. Kita minta Kapolda Kepri dan Kapolres melihat fakta yang sebenarnya,” ujar Dominikus Aliando kepada Republikbersuara.com, Senin (28/9/2026).
Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyidikan. Polisi perlu memastikan apakah benda yang terlihat dalam rekaman benar merupakan senjata api, apakah benar jenis FN, siapa pemiliknya, serta siapa yang menguasai dan menyerahkan senjata tersebut saat bentrokan.
Bentrokan di Jembatan 3 Setokok sebelumnya menewaskan dua orang yang disebut Edi dan Heri serta menyebabkan sejumlah korban lainnya mengalami luka. Perkara tersebut telah berkembang dengan penetapan sejumlah tersangka dan penyitaan barang bukti.
Kini, jejak FN menjadi simpul baru yang tengah diburu polisi. Siapa pemiliknya dan siapa yang menyerahkannya kepada Maju Ginting menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban penyidik.
(Tim Redaksi)






































Komentar