Republikbersuara.com, Batam – Kanker bukan berarti vonis mati. Namun, rasa takut dan keterlambatan memeriksakan diri masih menjadi tantangan dalam upaya menghadapi penyakit tersebut. Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai penyintas kanker, Ketua Yayasan CISC, Dewi Korliati, kini memilih mengabdikan diri untuk memberikan edukasi dan membangkitkan keberanian masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan pada tubuh.
Dewi mengungkapkan, dirinya mengalami kanker saat berusia 17 tahun. Pengalaman melewati masa sulit tersebut menjadi dorongan baginya bersama sejumlah rekan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya deteksi dini, memperoleh informasi yang benar, serta berani mencari pertolongan medis.
Pesan itu disampaikan Dewi kepada Republikbersuara.com di sela kegiatan kesehatan yang digelar Rotary Club of Batam bersama CISC Batam di Posyandu Mawar 14, Sei Panas, Batam, Senin (12/10/2026). Mengusung tema “Sehat Ibunya, Sehat Anaknya, Kuat Keluarganya”, kegiatan tersebut berfokus pada pencegahan polio pada anak dan peningkatan kesadaran terhadap kanker payudara.
Berangkat dari Pengalaman Pribadi
Dewi mengatakan, Yayasan CISC dibangun dari pengalaman dirinya sebagai penyintas kanker bersama rekan-rekannya, termasuk Ibu Imerda dan Ibu Maria Anastasia, yang sebelumnya berprofesi sebagai notaris.
Pengalaman menghadapi kanker membuat mereka tergerak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Mereka ingin orang lain mendapatkan pemahaman dan dukungan yang mungkin belum mudah diperoleh ketika mereka sendiri berjuang melawan penyakit tersebut.
“Karena kami pernah mengalami kanker dan berhasil melewatinya, kami ingin mengabdikan diri kepada masyarakat. Kami berharap orang lain tidak harus mengalami kesulitan yang sama seperti yang pernah kami alami. Salah satu cara yang kami lakukan adalah melalui edukasi,” ujar Dewi.
Menurutnya, akses informasi dan fasilitas kesehatan, termasuk layanan dokter spesialis onkologi, pada masa dirinya mengalami kanker belum semudah sekarang. Meski informasi saat ini semakin mudah diperoleh, persoalan lain masih muncul: tidak semua orang berani memeriksakan diri ketika menemukan sesuatu yang tidak biasa pada tubuhnya.
Ketakutan terhadap kanker, kata Dewi, dapat membuat seseorang menunda pemeriksaan. Padahal, keberanian untuk berkonsultasi dengan tenaga medis merupakan langkah penting agar kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Penyintas Hadir Membawa Harapan
Bagi Dewi, berbagi pengalaman bukan sekadar menceritakan masa lalu. Pengalaman para penyintas juga dapat menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi penyakit serupa.
Melalui edukasi dan motivasi, Yayasan CISC berupaya menunjukkan bahwa diagnosis kanker tidak serta-merta menutup harapan untuk menjalani pengobatan dan kehidupan yang lebih baik.
“Kanker bukan berarti vonis mati. Saya sendiri mengalami kanker ketika berusia 17 tahun. Pengalaman ini menjadi bukti bagi saya bahwa seseorang yang terkena kanker masih memiliki harapan untuk sembuh,” katanya.
Saat ini, kegiatan utama yayasan tersebut berfokus pada edukasi, pemberian motivasi, serta konsultasi bagi masyarakat. Upaya itu diharapkan membantu masyarakat memahami kanker secara lebih baik sekaligus mengurangi ketakutan yang dapat menghambat seseorang mencari pertolongan.
Jangan Tunggu Kondisi Memburuk
Dewi mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai kondisi tubuh memburuk sebelum memeriksakan diri. Setiap benjolan atau perubahan yang tidak biasa perlu mendapat perhatian dan, bila ditemukan, segera dikonsultasikan kepada tenaga medis.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab perubahan tersebut. Tidak semua benjolan merupakan kanker, tetapi mengabaikannya tanpa pemeriksaan juga bukan langkah yang bijak.
Menurut Dewi, perkembangan teknologi dan pengetahuan medis telah membuka peluang penanganan yang lebih baik. Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan mengenali perubahan pada tubuh dan tidak membiarkan rasa takut menghalangi langkah untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Jangan biarkan rasa takut terhadap kanker membuat kita menunda pemeriksaan. Mengenali perubahan pada tubuh dan berani mencari pertolongan medis merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan,” pesannya.
Melalui kegiatan bersama Rotary Club of Batam di Posyandu Mawar 14, Sei Panas, Batam, edukasi kesehatan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, terutama perempuan dan keluarga. Sebab, meningkatkan kesadaran bukan hanya tentang mengenali penyakit, tetapi juga memastikan masyarakat berani mengambil langkah ketika membutuhkan pertolongan.
(jim)






Komentar