Republikbersuara.com, Batam – Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Kota Batam, Senin (12/10/2026), mulai memicu dampak serius bagi warga. Bukan hanya aktivitas ekonomi yang lumpuh dan pedagang menanggung kerugian akibat bahan makanan membusuk, puluhan penghuni Permata Apartemen Baloi juga dilaporkan terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di tengah kondisi gelap gulita.
FOTO DOKUMEN PRIBADI UNTUK REPUBLIKBERSUARA : JUNEDI

Persoalan kian menjadi sorotan setelah pihak manajemen apartemen disebut tidak mampu mengaktifkan genset saat pasokan listrik padam. Akibatnya, penghuni menghadapi situasi yang membuat mereka memilih mengungsi, sementara kepastian pemulihan listrik dan kemampuan pengelola menyediakan pasokan listrik cadangan belum diketahui.
“Manajemen sudah tidak bisa berbuat apa-apa dan sekarang para penghuni apartemen melarikan diri akibat gelap gulita dan mengungsi,” ujar seorang penghuni kepada Republikbersuara.com, Senin (12/10/2026).
Peristiwa ini menambah panjang daftar dampak blackout di Batam. Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha kecil mengeluhkan pesanan makanan melalui aplikasi yang menurun serta bahan jualan, termasuk ayam dan ikan, yang terancam atau telah rusak karena kulkas tidak berfungsi.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak manajemen Permata Apartemen Baloi mengenai penyebab genset tidak dapat dioperasikan maupun langkah penanganan bagi penghuni yang mengungsi. Keterangan resmi dari pihak pengelola masih diperlukan untuk memastikan kondisi di lokasi.
(jim)






Komentar